![]() |
Sumber: Pinterest |
Suara mencekam di depan rumah, bekas karangan dan sawah. Suara anak kecil terdengar di telinga waktu aku ngobrol dengan teman di rumahnya.
Namun, ada warga sekitar menyelusuri.
Siapakah gerangan suara itu?
Ternyata ada banyak yang mendengarnya. Eh, ternyata suara itu adalah hantu. Menurut kecurigaan dan yang melihatnya.
Aku pun ikut menyelusuri, meski aku agak sedikit kaget dan ngeri.
Namun, berusaha untuk tenang dan tegar, sehingga kembali normal, meski aku masih gemetar.
Suara-suara mengerikan terdengar, semakin mengecil dan semakin hirap. Aku bingung menatap, suara itu kukira anak kucing. Ternyata suara makhluk gaib.
Aku lagi asyik mengobrol dengan teman, suara itu begitu kuhiraukan.
Kubentak suara itu supaya pergi, agar tidak mengganggunya lagi. Hem, entahlah.
Ada banyak sekali cerita mistis di balik semua peristiwa, membuat asa kian drastis.
Apa mungkin efek karma? Entah, mengapa begitu mencekam di jiwa membuat tubuh ini lunglai. Tak semangat untuk berkerja, saat kalbu ini tergoyahkan dan terberai.
Aku menatap sunyi di balik pagar putih, aku menyelusuri, aku merasa merinding dan tertatih. Ternyata suara itu begitu kuat, lepas semua ketakutan kala itu.
Memberanikan diri untuk mencari dan bersaut. Ternyata suaranya kian hirap bersemu.
Deru hantu membisikkan di kejauhan, dicari tiada jejak kepastian. Kebingungan mencari-cari.
Apa mungkin ia bersembunyi? Entahlah. Aura itu tak kelihatan ditatap oleh pandangan mata. Hingga sulit dicari, bahwa mereka bukan manusia; melainkan memedi. Hihihihihi.
Ada saja petaka di malam hari, begitu mencekam dan sunyi. Di rumah itu terbengkalai selama satu tahun membuat aku merinding ketika aku menghuni. Peristiwa ada saja aku mulai dihantui dan pertengkaran terus menghampiri, membuat aku 'tak betah di sini.
Bingung aku menentukan semua itu, bak aku diombang-ambingkan. Tak bisa lepas dari permasalahan, seperti aku diganggu oleh hantu.
Ada yang mengatakan rumah itu kemasukan monyet--lah.
Dan, ada pula yang merupai manusia membuat aku kesambet; menatap hal-hal itu membuat aku tak berdaya: Ah, entahlah.
*
Mistik lebih menarik, ajian dikeluarkan di antara ritual dan tenaga dalam. Hingga ia tenggelam. Sampai hening cahaya muncul dari badan.
Bila tiada dikau aku hampa tanpa sandaran jiwa.
Berlabuh dalam kehangatan juga keselamatan.
Niscaya cinta selalu bersama di antara kita berdua. Bila tetap berpadu dalam genggaman, menuju harapan dan tujuan.
Saat sunyi ditemani angin pada rerintihan hati. Berpadu dalam suasana hening. Aku menyantap lelungan di sanubari, dikala harapan 'tak ada lagi membuat aku pening tujuh keliling.
Nyai, aku ingin bersandar di bahumu, meski 'tak lagi orang melihat. Di hamparan cinta berpadu dalam dua dunia terikat kuat.
Nyai, izinkan aku mendekapmu untuk menepis rasa sendu. Karenamu Nyai, aku bahagia.
Tentang Cakra Ajna.
Di mana cakra ajna terbuka, maka terbukalah segalanya di balik pintu hijabnya.
Di mana terdapat dinding yang kokoh dan selaput pada bola mata yang sangat kuat, karena cakra ajna terdapat di dahi kepala manusia.
Orang yang memiliki kemampuan itu adalah orang-orang pilihan, karena tak sembarangan orang.
Banyak manusia terlahir berbeda, ada yang sudah diberi kemampuan 'tuk melihat alam ghaib, dan ada yang tertutup alias tak mempunyai kemampuan seperti itu.
Cakra ajna adalah merupakan mata ketiga yang jarang orang punya, karena pada hakikatnya itu adalah pemberian dari Tuhan Yang Maha Kuasa.
Brebes, 18 Juli 2026


Tidak ada komentar