Sejarah Berdirinya Ansor di Desa Kupu, Brebes: Catatan Kang Thohir


Sumber: Pinterest


Di dusun Kupu lahirlah para Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor Ranting Kupu), terdiri dari para kader-kader terbaik dan bersahaja pada masyarakat desa Kupu, dan juga "Banser" (Barisan Ansor Serba Guna) ikut meramaikan khazanah acara-acara keislaman, baik acara pengajian, maulidan, tahlilan, bakti sosial, perayaan, dan lain-lain. Semua ikut membantu dan menolong, karena pada hakikatnya makna dari "Ansor" adalah (Penolong/Ksatria). 

Mulai berdiri antara tahun 2010-2011 di desa Kupu, kecamatan Wanasari, kabupaten. Brebes, provinsi Jawa Tengah. Pada sebelumnya sempat vakum cukup lama dari zamannya almarhum al-Ustadz Rofi'i al-Arif, dan kembali didirikan lagi oleh al-Ustadz Lutfil Hakim (Ustadz Aim) bersama al-Ustadz Mastoni, dan jajaran sahabat-sahabat Ansor--Kupu lainnya yang ikut andil/ikut berperan mewujudkan berdirinya Ansor di desa Kupu. 

Akhirnya Ansor desa Kupu mulai berkembang seiringnya waktu, karena anggota mulai banyak dari awal sekitar tahun 2017 sampai 2026 sekarang. Mulai banyaknya anggota berdatangan, dan mulai ikutan berkhidmat menjadi kader Ansor Kupu siap membantu dan mengabdi pada Nahdlatul Ulama (NU), berjuang jiwa dan raga sampai mati.

Sekarang banyak program-program baru dari Majlis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor atau disingkat menjadi (MDS RA) setelah berganti Pimpinan Pengurus Ranting Baru desa Kupu, yaitu sahabat Sholikhin atau (Kang Sholikhin Alfares), menelisik acara-acara baru yang menurut saya cukup unik dan menarik, yaitu ada kegiatan rutinan "Ngabehi" (Ngalap Berkah Berzanji) perumahan, dan "Ngasapi" (Ngaji Sambil Ngopi) dengan mengkaji fikih dan menganalisis kitab Fathul Qorib berserta diskusi dan tanya jawab. Sebagai qori kitab Fathul Qorib yaitu; al-Ustadz Lutfil Hakim (Ustadz Aim) dan al-Ustadz Rohim Abdul Mughni di Gedung NU desa Kupu.

Ternyata yang ngasih nama-nama itu "Ngabehi" artinya ngalap berkahe berzanji lewat sejarahnya maulid Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk kecintaan dan suri tauladan yang mulia, dan mengharapkan syafa'at Nabi Muhammad SAW kelak di yaumil qiyamah juga diakui sebagai umatnya. Dan juga ada "Ngasapi" artinya: akronim dari ngaji sambil ngopi, yaitu ngaji sambil minum kopi dan rokok, untuk membakar nafsu dan jiwa dari yang kotor, agar bisa kembali bersih, katanya. Semua itu hasil dari sahabat al-Ustadz Rohim Abdul Mughni, yang memikirkan nama-nama itu lewat sahabat-sahabat Ansor desa Kupu, beliau adalah mantan Ansor desa Kupu dan sekaligus pembina Ansor desa Kupu, yang pada waktu itu sahabat-sahabat Ansor berinsiatif 'tuk berkunjung di kediamannya ustadz Rohim atau (silaturahim/sowan), yaitu sahabat al-Ustadz Hamdan Rudy Hartono selaku sekertaris (MDS RA) bersama al-Ustadz Nur Syafi'i selaku ketua (MDS RA) sekarang, dengan takdhim dan khidmat kepada dua panutannya, yaitu: al-Ustadz Lutfil Hakim (Ustadz Aim) dan al-Ustadz Rohim Abdul Mughni sebagai pembina Ansor desa Kupu sekarang. 

___***___

"Sembilan bintang di jiwa tumbuh menjadi lentera. Bersatu padu membela bangsa dan agama. Jadikan semboyan penyemangat jiwa. Garda terdepan Ansor, Banser, berjuang sampai mati. Cinta NKRI harga mati. Itulah semboyan kami."

Brebes, 30 Mei 2026

Tidak ada komentar