Fokus Menatap Masa Depan dan Berkontribusi untuk Bangsa: Kang Thohir


Sumber: Pinterest


 "Kalau bukan anak bangsa ini yang membangun bangsanya, siapa lagi? Jangan saudara mengharapkan orang lain yang datang membangun bangsa kita."

Prof. B.J. Habibie, Bapak Presiden Ketiga RI 


Menggapai rembulan itu jauh, tapi kita bisa kok meraihnya asalkan kita giat dalam berusaha dan berdo'a. Ciptakan gagasan kita dalam meraihnya, membentuk jiwa yang kuat. Jangan sampai goyah di antara badai dan hujan menghalangi perjalanan kita 'tuk menatap masa depan yang lebih cerah bagai secercah arunika di pagi hari. 

Seberapa kuat kita dalam meraihnya dan berprinsip untuk mengembangkan cita-cita dalam satu misi yang kau takluki di antara badai melanda dan rintangan yang menghadang. Sebagaimana sabda-sabda kita menunjang tekad dan melalui harkat tuk berproses yang melekat untuk melesat pesat menjadi lentera bahagia dan aroma syurgawi.

Di antaranya, yaitu:

a). Tetap melangkah dengan tekun dan berdoa kepada Tuhan, dan menundukkan diri dari rasa ego dan sombong.

Menapaki jalan penuh dengan berkah dan ridho-Nya. Jujur, sabar dan amanah.

b). Jangan pesimis dalam meraih cita-cita, tekat kuat menerobos badai yang menghadang, jangan pernah mundur atau berputus asa, meskipun itu pahit rasanya dan terluka.

c). Biarkan badai itu menghampiri dan kita hadapi dari kesulitan itu menggali potensi dan cinta yang sejati, tuk menggapai cita-cita yang terus-menerus membayangkan di logika, biar menjadi penyemangat hidup. Prinsip kerja keras di bayang-bayang rasa cinta dan semangat yang membara. Api semangat.

Fokus menatap masa depan dengan berkarya dan berkontribusi pada bangsa atau Bumi Pertiwi kita. 

1). Jalanin hidup dengan cinta damai, berkarya apa adanya tanpa embel-embel dari orang lain atau dengan rasa tulus.

2). Mengukir sejarah prestasi kita untuk Indonesia dan membanggakannya demi kemajuan bangsa Indonesia, yang lebih maju, cerdas dan sejahtera.

3). Mencerdaskan bangsa Indonesia dengan terus-menerus belajar dan belajar, agar semakin berkembang pesat. Jadi tak dibodohi oleh bangsa asing, dan bisa bersaing.

4). Kemanusiaan yang adil adalah tanpa ada suatu korupsi, maka hindarilah dari semua itu supaya negeri lebih maju dan tercukupi kebutuhan ekonomi sehari-hari. Biar fokus berkarya dan berkontribusi bagi bangsanya sendiri, bukan bangsa orang lain, dan mementingkan perutnya sendiri.

5). Produktivitas atau berkerja dengan kegiatan sehari-hari, dan tetap semangat membangun bangsa yang lebih baik lagi, dan modern bisa berhasil indah dan penuh kemanfaatan juga kemakmuran. Tanpa ada pemaksaan dan penyiksaan dari oleh orang lain atau antar bangsa.

Fokus menatap masa depan dengan hati yang lapang dan tetap kondusif dalam segi situasi yang ada (tetap positif thinking). Jangan membebani rakyatnya demi soal ambisinya dan misi, yang tak tahu pasti. 

Misi yang jelas adalah membangun kesejahteraan rakyatnya dan berkontribusi pada Bangsa Indonesia  (berkarya dan berprestasi demi bangsa Indonesia yang lebih maju, sejahtera). Semangat!


"Jika kamu ingin jadi orang sukses, hargailah perjuangan orang-orang yang telah membantumu ketika kamu berproses."

"Mencari-cari kesalahan orang lain, berarti mencari-cari kesalahannya sendiri (aibnya sendiri). Fokus menatap masa depan, lalu buktikan." 

__Kang Thohir 


Brebes, 30 Juni 2026

Tidak ada komentar