Cerita Desa Kupu: Puisi Kang Thohir


Sumber: Pinterest


Dalam keindahan di sebuah desa bernama Kupu, yang terletak di tengah-tengah dan bertetanggaan desa-desa lain, seperti Keboledan, Klampok, Pesantunan dan Dumeling. Dekat dengan persawahan yang cukup luas dan subur. 

Menatap penuh keindahan, kesejukan dan kedamaian sejati ketika pagi dan menjelang sore. Sambil duduk di atas benteng gatakan, menatap panorama sunset ketika senja menyapa, sungguh indah dan nyata. 

Pada awalnya desa Kupu itu adalah sebuah pulau di kabupaten Brebes, kecamatan Wanasari. Ini memiliki cerita rakyat desa Kupu, suatu ketika ada sebuah kapal (perahu) mendarat di pelabuhan atau tempat parkirannya perahu-perahu baik kecil maupun besar, yang berbenderakan lambang "kupu-kupu", makanya di situ orang-orang menyebutnya desa Kupu, karena banyaknya perahu-perahu yang terparkir berbenderakan lambang kupu-kupu.

Orang-orang pada berisitirahat di tempat itu, setelah melakukan perjalanan cukup jauh, baik dari Cirebon, Indramayu, Kuningan, Subang, Garut dan sekitarnya. Sehingga para nakhoda perahu mendarat berlayar di suatu pulau, yang sekarang bernama desa Kupu, dan tempat itu bernama "Sigeleng", karena di situ tempatnya orang-orang berisitirahat setelah perjalanan jauh dan melelahkan, akhirnya dinamakan Sigeleng waktu itu, yang sekarang menjadi tempat pemakaman umum "Makam Sigeleng".

Di balik semua itu, ada cerita mistis dan sangat jarang orang tahu. Konon katanya di situ tempat jalannya seorang ratu yang cantik nan jelita bernama "Dewi Ratam Sari", yang menunggangi kencana di sungai (kali) di dekat makam sampai melintasi jalan "Gajah Mada" dan "Brug Tempe ke selatan dan Barat. Hanya orang-orang tertentu yang bisa melihatnya dan orang yang terpilih, karena sosok ratu/Dewi itu adalah dari kerajaan gaib dan masuk ke demensi lain, yang 'tak kasat mata. Karena sebagian orang-orang melihatnya ketika malam maupun waktu-waktu tertentu, ataupun 'tak sengaja melihatnya pada saat ia datang maupun lewat.

Dan cerita itu ada hubungannya dengan kerajaan Sunda, atau kemungkinan dari kerajaan Mataram Islam di Jawa pada masa-masa itu. Akan tetapi, semua itu hanyalah cerita-cerita legenda dan mitos belaka dari cerita ke cerita orang-orang, tanpa tertulis kertas dan pena. Kemungkinan waktu itu belum ada yang menuliskannya. Namun ceritannya masih kurang valid dan terbukti (akurat). Karena masa-masa itu masih dalam suasana kerajaan atau sulit untuk menuliskannya atau jarang ada penulis-penulis. Hanya dari cerita  orang-orang saja atau turun temurun ke anak cucu, dari generasi ke generasi. Tapi di balik semua itu ada hikmah dan pelajaran yang bisa kita dapat dari cerita sejarah-sejarah itu, yang ada di desa Kupu pada masa lalu.

Semoga cerita ini bisa bermanfaat dan berkah. Aamiin.


Brebes-Kupu, 2026

Tidak ada komentar