![]() |
Sumber: Pinterest |
Aksa di selaput mata di kacamata indra panorama. Melintir di sebuah peristiwa, meski bergelayut asa. Tumbang diterjang badai melanda, di ujung mata air senja. Kuaktifkan cakra ajna untuk mengetahui mana dewa dan mana durja. Di antara pupus cita-cita digerus masa dan air mata. Api sandiwara semakin merajalela, tertutup pintu-pintu di atas payoda. Burung-burung bertebaran di langit cakrawala, mencari perlindungan dari amukan angkara murka. Di balik jendela hitam menatap dukhan berkabut, menyesakan dada. Mungkin ada rembulan yang akan tertutup awan hitam. Aku tenggelam dalam hati yang kian gelisah. Bingung 'tuk melangkah. Di balik dinding putih tersirat makna hitam yang semu. Aku tertipu, namun tetap menunggu. Adakah kirannya aku mendapat pertolongan itu? Dan apakah kiranya harapan itu masa ada? Di balik realita yang semu, di ujung senja menyapa malam. Tertidur dalam mimpi-mimpi yang 'tak pernah terwujud.
Brebes, 06 Juni 2026


Tidak ada komentar