![]() |
Saya mengenalnya sejak temu penyair di Rimbang Baling 2019 yang lalu.
Sepintas saja ketika saya sedang menunggu travel untuk pulang.
Beliau sedang bersama rombongan Taser ( komunitas teater di Bangko Pusako). Dan saya karena satu kampung dengan mereka ingin ikut bersama satu travel.
Setelahnya beliau sering memberi kabar jika ada kegiatan seni atau event.
Dan beliau pula yang menjuluki saya "penyair perempuan Rokan Hilir".
Walaupun saya belum pantas disebut begitu.
Tapi beliau marah jika saya menyangkalnya.
"Karya ibu sudah kemana-mana. Bahkan sampai luar negeri, masihkah belum pantas disebut penyair?".
Beliau sering mengajak berbagi ilmu ke sekolah sekolah. Dari tingkat SD sampai SLTA.
Beliau mengajarkan berbagai tanpa pamrih.
Beliau cerdas, santun dan pintar.
Ilmunya seluas dan sedalam samudera.
Tapi beliau tidak pernah sekalipun busungkan dada.
Tak pernah terucap dari bibirnya,"dia bisa begitu karena jasa saya". Begitu rendah hati.
Beliau terus bergerak, motor penyemangat generasi muda. Cemeti ia lecutkan. Bukan dengan amarah, tapi dengan kata-kata motivasi.
Untuk saya beliau sering bilang, mari berbagai ilmu walau sedikit. Abaikan usia, sebab yang lebih muda dari kita belum tentu mau bergerak.
Rabbku, beliau orang baik.
Lihatlah seluruh beranda FB, laman medsos rata-rata mengunggah perginya, dengan tangis yang datang tanpa diundang.
Mereka semua merasa kehilangan yang sangat. Kami kali ini sedang patah.
Tuk Aal,
Baru kemarin engkau menertawanku.
"Saya capek", ujar saya.
"Siapa suruh jadi seniman?", jawabnya.
"Tidak ada", sahutku lagi.
"Kali ini saja boleh ya saya capek", imbuhku lagi.
"Hehehe", tawanya.
Dan.
Saya kali ini boleh kan ya Allah bilang
"Aku sangat kehilangan sosok panutan sepertinya".
Allahumaqfirlahu warhamhu waafihi wafuanhu, ya Allah ampunilah dosanya. Tempatkan ia bersama orang-orang yang beriman. Lapangkan kuburnya ya Allah." Aamiin
Dan banyak agenda yang beliau tulis di langit. Akankah saya, kami rekan rekan di sini mampu menjalankan rencana rencana baikmu, Tuan?
Qodarullah engkau dipanggil di hari baik bulan baik.
Tenang
Hening
Tak ada lagi yang akan marah pada saya.
Jika saya malas berkarya.
Tak ada lagi yang akan panggil saya penyair perempuan Rokan Hilir.
Tak ada lagi yang akan kabarkan pada saya jika ada kegiatan seni di propinsi atau daerah lain.
Rabbku, boleh kan hamba menangis.
Kali ini saja, boleh kan.
Rokan Hilir, 29 Mei 2026


Tidak ada komentar