Melatih Kesabaran: Puisi Kang Thohir


Sumber: Pinterest


Melatih kesabaran,

Di atas dunia penuh penderitaan

Mendekap air mata kepiluan,

Di ujung senja.

Pada puing-puing dinding telah runtuh

Entah, bagaimana aku harus berlabuh?

Pada resah gelisah membuat aku jenuh.

Aku menatap rembulan sebagai hiburan

Pada bising-bising kehidupan:

"Kau ini siapa?" salah satu orang bertanya.

"Aku bukan siapa-siapa," jawabku merendah.

Lintang gemintang di atas angkasa,

Dalam pelukan makna kesunyian,

Bak pujangga, yang menuliskan sebuah puisi kerinduan.

Kau seakan-akan menari-nari di atas penderitaanku, yang telah lama kau idam-idamkan:

"Apa makna sebuah ini?" tanyaku pada angin.

"Kau harus tangguh, Kawan," jawab sang angin yang berhembus.



Brebes, 16 Mei 2026

Tidak ada komentar