Filsafat Alam Cinta Penuh Makna (1): Puisi Kang Thohir


Sumber: Pinterest


Dalam diam ada sebuah makna, ia berbicara lewat hati nan otak yang kian berontak. Namun, hakikatnya ia sedang menatap masa depan yang ia pikirkan dalam hati gundah gulana yang serentak. 

Bilamana burung-burung berkicau ia berbisik pada angan pada angin yang berhembus, lewat suara-suara indah dengan bahasa yang sulit dicerna. 

Semua ada makna yang tersembunyi pada alunan irama nan nada di atas dedaunan yang bergoyang. Ia berbicara lewat yang penuh irama melodi, yang ia lantunan di atas bunga-bunga mawar semerbak mewangi di setiap kode alam semesta. Kita tak tahu bahwa bahasa tubuh kita mempunyai makna dan bahasa masing-masing yang tak bisa kita dengar dan tak terucap lewat kata-kata. 

Ada di setiap burung-burung memberi syarat dengan bahasa suara yang indah bergema di telinga, dengan alunan nada untuk bertasbih kepada Sang Penciptanya. Akan tetapi, kita tak mengetahui apa ia bicarakan, karena kita tak paham bahasa mereka. Setiap suara-suara mereka yang mempunyai ciri khas masing-masing, dan karena karakter masing-masing. Bukankah setiap bahasa makhluk itu sudah Allah yang menetapkan pada setiap makhluk-Nya?

Bahwasanya Allah telah menentukan di setiap Allah ciptakan. Di antara mereka ada yang selalu bertasbih, bahkan dedaunan yang bergoyang. Meski dengan bahasanya mereka, seperti alunan musik yang syahdu nan merdu. 

Seperti halnya renjana pada asmaraloka melantunkan nada-nada indah yang berdansa lewat rindu dan cinta yang bergejolak. 

Mengandung filosofis di setiap nada dan jiwa yang nampak. 

Pesona kehidupan memanglah penuh tanda tanya dan misteri, makanya kita harus bisa berprasangka baik kepada-Nya, mungkin itu jalan Tuhan yang dirahasiakan oleh-Nya. Dan kita harus banyak bersyukur dan selalu meminta kepada-Nya.

Jalan masih panjang menuju cinta-Nya, seperti besi yang ditempa oleh empu untuk menjadi sebuah pedang yang indah dan keris pusaka yang bertuah memberi makna pada setiap luk-nya dan pamornya itu.

Suatu ketika ada seekor kupu-kupu terbang, namun sayapnya patah di tengah perjalanannya, terkena ranting pohon tumbang.  Sehingga sulit untuk terbang jauh keliling dunia. Namun ia bersikeras untuk bisa terbang lagi 'tuk menuju cinta yang sejati. Si kupu-kupu pun terus berjuang dan bangkit kembali, meski harus merangkak di antara badai dan rintangan yang menghadang di setiap perjalanannya.

"Jika sayapmu patah, janganlah berputus asa. Kamu masih punya kaki untuk berjalan, meski harus merangkak sekalipun."


Brebes, 24 Mei 2026

Tidak ada komentar