![]() |
Sumber: Pinterest |
Aku terlahir dari kepompong yang bermetamorfosis menjadi kupu-kupu yang indah dan bisa terbang kemana-mana, yang aku mau. Aku suka hinggap di dedaunan, bunga-bungaan dan ranting di atas daun. Aku ingin terbang ke taman bunga mawar itu, 'tuk menghampiri kecapung yang berada di taman bunga mawar:
"Hai, kawan!" aku menyapanya.
"Hai, juga," jawabannya.
"Kamu, suka hinggap di bunga mawar, yah?"
"Iya nih, kupu-kupu."
"Kamu habis dari mana?"
"Aku habis keliling-liling taman nih, Kawan."
"Di sini bunga-bunganya bagus, makanya aku mampir ke sini, eh bertemu dengan kamu nih,"
"Oh gitu ya, aku juga habis keliling-liling nih cari makanan dan udara segar di sini, Kawan."
Begitulah cerita Kupu-kupu dan capung di waktu senja, yang begitu indah saling menyapa, dan menatap dengan tegur sapa, hingga menjadi pemandangan yang indah, ditambah taman-taman bunga yang indah nan penuh cerita.
Mereka memang hewan yang penuh solidaritas, dan saling sapa menyapa dengan penuh kasih sayang kepada sesama teman, meski berbeda jenis dan spesies. Solidaritas tetap ada.
Brebes, 17 Mei 2026


Tidak ada komentar