Haiku Testimoni: Puisi Dienullah Rayes


Sumber: Pinterest


1.

Para rumpun mawar di luar taman bunga tak pernah iklankan dirinya

bahwa mereka memyimpan sesuaru humanis yang harum.

Namun yang harum mewangi itu tercium pengembara pelintas buana tradisi lokal yang menggelobal.


2.

Sekawan burung kecil dari urat kawat telepon beterbangan ke halaman rumah hunian

Lalu mencontok biji - bijian dan pecahan beras campur debu tanah kelahiran

Tapi sekawan burung besar mengisap buah ranum di kebun bebuahan saat musim museum tiba memamer jamur tradisi.


3.

Nurdin Ranggabarani

Politisi muda cerdas tanah kelahiran Tanah Air

Menerbitkan buku kumpulan puisi di pohon horison berbunga kumpulan puisi esai namanya:

S E N A N D I K A

129 halaman

Sungguh penuh senyum,tawa dalam gelombang gelora dahsyat laut tanah air dan manca negara.


4.

Katanya saya kelahiran di titik suatu desa lokal

yang mentradisi

Disebut panggilan Taman Para Sufi

Mereguk Mata Air Kearifan Tuhan

Padahal saya adalah debu halus di balik kuku ibu jari kaki warna Sumbawa 

Katakanlah setitik kemilau embun dipucuk rerumputan kelahiran tanah air.


5.

Saya dan siapa pun bernama insan dan keinsanan

Adalah belalang di rumpun ilalang

Meniup seruling rumpun padi

Di tanah air rawan mapan

Sunyi yang sepi menepi dalam diri

Yang menuntun mandiri sungguh ilahiyah

Di taman ruhani para kekasih Tuhan.


Pulau Sumbawa yang Ahad Wahid 

8 Maret 2026.

Tidak ada komentar