Sketsa Tempayan Langit-Mu: Puisi Dienullah Rayes


Sumber: Gemini


Di kepala bocah cilik

Hujan sebesar pikiran mereka

Menari - nari di ubun - ubun otak mereka

Hujan pun menulis sesuatu yang bermakna

Di lembaran kepala tanpa disadari olehnya

Riak di kerongkongan berteriak - teriak memanggil teman - sebaya untuk bermain hujan

Telanjang dada penuh teriak

Cuma gembira sebagai umpan hidup yang dirindui.


Ortu yang duduk di beranda depan

Rumah panggung yang ramah 

Turun hujan menating rindu 

Terhadap anak - anak  mereka di seberang

Merebut jati diri di level mahasiswa

Sedikit hari lagi harus mengirim biaya kuliah

Dalam keadaan dompet  nol,sepeser pun tak tersembunyi di lipatan kulit buaya

Langit pun kosong meski hujan lancar turun

Banjir bandang pun datang merusak pondasi hidup dan kehidupan yang mapan.


Para insan ke

rinduan menggerimis terhadap Dia Maha Tinggi.


Namun yang Maha Akbar

Tuangkan tempayan hujan cinta terhadap para insan -- maklukNya.


Pulau Sumbawa di bawah langit semakin cemerlang

Rabu - tugu 18 Februari 2026.

Tidak ada komentar