![]() |
Sumber: Gemini |
Di kepala bocah cilik
Hujan sebesar pikiran mereka
Menari - nari di ubun - ubun otak mereka
Hujan pun menulis sesuatu yang bermakna
Di lembaran kepala tanpa disadari olehnya
Riak di kerongkongan berteriak - teriak memanggil teman - sebaya untuk bermain hujan
Telanjang dada penuh teriak
Cuma gembira sebagai umpan hidup yang dirindui.
Ortu yang duduk di beranda depan
Rumah panggung yang ramah
Turun hujan menating rindu
Terhadap anak - anak mereka di seberang
Merebut jati diri di level mahasiswa
Sedikit hari lagi harus mengirim biaya kuliah
Dalam keadaan dompet nol,sepeser pun tak tersembunyi di lipatan kulit buaya
Langit pun kosong meski hujan lancar turun
Banjir bandang pun datang merusak pondasi hidup dan kehidupan yang mapan.
Para insan ke
rinduan menggerimis terhadap Dia Maha Tinggi.
Namun yang Maha Akbar
Tuangkan tempayan hujan cinta terhadap para insan -- maklukNya.
Pulau Sumbawa di bawah langit semakin cemerlang
Rabu - tugu 18 Februari 2026.


Tidak ada komentar