![]() |
Sumber:Pinterest |
Salah satu kenangan yang tak terlupakan waktu di pondok adalah makan bersama dalam satu tapsi atau tempat untuk makan bersama-sama. Nikmat dan berkah. Pada waktu saya mondok di pesantren Assalafiyah, Luwungragi, Bulakamba, Brebes-Jawa Tengah. Ketika itu.
*
Ulama adalah pewaris Nabi, dan ulama adalah hal yang paling berharga di dunia laksana intan permata dan rembulan dikala gelap gulita. Jangan sekali-kali menyakiti ulama, bahkan memfitnahnya, karena darah ulama adalah racun dan berduri. Ulama wira'i/ulama akhirat itu lebih berbahaya apabila do'anya diijabah dan disakiti, meskipun ia sabar dalam menghadapinya. Karena Allah akan melindunginya dan memberi ridho padanya, sebagaimana para wali dan rasul-rasul-Nya.
Pondok pesantren adalah tempat wadah untuk menimba ilmu, karena di situ
kita akan ditempah dengan yang namanya akhlakul karimah, menghormati yang lebih
tua atau guru, berbakti kepada orang tua, mencintai Allah atau mengenal Allah
dan mencintai Rasulullah Saw. Kita didik langsung dengan apa yang dinamakan
ilmu, saudara, solidaritas, mengabdi, mencari keberkahan, kebenaran,
kepintaran, kedisiplinan, kemandirian, prinsip, berusaha dan berdo'a, dan
lain-lain sebagainya. Semua terangkum dalam tatanan atau aturan di pondok
pesantren, yang penuh keberkahan untuk mencari ilmu yang diridhoinya. Karena
dari zaman para penyebar Islam di tanah Jawa, atau Walisongo juga menggunakan
metode seperti itu, dan sekaligus warisan dari Walisongo, sejak zaman dahulu
yang harus dijaga dan dilestarikan. Semoga kita mendapat keberkahan darinya.
Brebes-Kupu, 2025


Tidak ada komentar