Patriotisme dan Nasionalisme Cinta Damai Indonesia: Catatan Kang Thohir


Sumber: Pinterest


Terdiam, mengamati arah angin yang berhembus kencang. Di sisi langit mendung yang menjulang tinggi di angkasa. Menatap wajah-wajah Pertiwi di atas awan yang berkabut, ada keresahan dan kesunyian di situ. Pro dan kontra menyelimuti awan itu, gelap dan tak bercahaya, karena sang surya enggan menyapa. Ada gerangan apa di situ? Seakan alam ikut sedih dan menangis bak hujan deras mengguyur, di kota-kota dan di desa-desa membuat patrikor yang tercium aroma kesedihan dan kedukaan. Entah apa yang terjadi di bumi ini? Semoga baik-baik saja, dan semua masalah akan sirna, badai pun segera reda. Kami mengharapkan semua itu, tak ada perselisihan dan perseturuan di antara kita. Damai sentosa, adil makmur.

Kami rakyat yang ingin kedamaian itu, merdeka dengan hati yang senang tanpa korupsi dan penindasan. Harapan semua rakyat Indonesia dengan atas nama cinta dan jiwa nasionalisme, yang menjunjung tinggi NKRI supaya sejahtera. Menyambut Indonesia maju tanpa adu domba dan permusuhan, sehingga menjadi masyarakat yang sehat dan berdaulat. Patriotisme yang melambangkan kekuatan dalam menegakkan keadilan dan kebijakan sesuai undang-undang negara dan Pancasila. Jangan sampai goyah atau berubah-ubah. Menjaga keharmonisan antar suku dan bangsa. Jangan sampai hilang, karena konflik atau perselisihan. Kami semua adalah bangsa Indonesia yang kuat dan tetap bersatu padu, tegak, solidaritas, rukun dan cinta.


Brebes, 16 Januari 2026

Tidak ada komentar