![]() |
Sumber: Pinterest |
1.
Melalui aksara biru
Aku setetes embun di pucuk rerumputan
Yang mengilau cahaya kuning gading
Hamparan rumput - rumputan hijau menawan
Adalah selimut bumi yang membumi.
Pun sebutir bintang bersinar terang
Dalam alam terbentang selalu berkedipan
Namanya planet venus yang humanis
Terpandang terang dari bumi kelahiran para insan
Terlihat jelas di timur pagi hari
Bagian barat terpahat sore hari.
2.
Melalui aksara biru
Aku anak - anak burung laut
Sang camar terjun lancip di pucuk ombak
Menjempit ikan teri di paruhnya
Lalu disuapi ke mulut anak - anaknya
Himgga urat perut terisi gizi pagi hari
Sarapan,makan siang dan makan malam
Berjalan aman warisan seketurunan.
Anak - anak ayam selalu dibayangi induknya
Dicakar - cakari debu bila kelihatan kepingan makanan
Gegas sang anak mencotokmya.
Kalau sang elang terbang merendah
Secepat kilat anak - ayam sembunyi di balik selimut sayap indukmya
Warisan instink dari seketurunan warga unggas.
3.
Melalui aksara biru
Aku tak benci orang yang mencibir dan berpaling terhadap saudara sesamanya
Karena suatu waktu dia jumpai kesadararan jati diri yang fitri
Akhirnya terjadi Perkariban akrab yang Maha Rabb
Atas jempolan dan senyuman
Bukankah kita sama - sama hamba Tuhan
Dalam suara dan warna yang sama
Aku menata kata-kata
Di taman para sufi biar masyarakat pembaca tersentuh dalam renungan
Hingga mereguk mata air kearifan Tuhan yang menuntun
Hidup itu sebaiknya dalam persaudaraan dan perkariban yang diredhoinya
Penuh ampunan dan cinta kasihNya.
4.
Melalui aksara biru
Aku ini debu halus di bawah
Telapak kaki langitmu
Pun hidupku bila takdir mengukir
umur
Yang usia mengarah anak fana
Adalah debu di atas debu Mu
Pulau Sumbawa di bawah emper langit biru
Sabtu - tugu 31Januari 2026.


Tidak ada komentar