![]() |
Sumber: Pinterest |
Meski bulan bungsu Desember telah berganti.
Namun,
Pergantian ini,
Belum menutup
luka hati cintaku,
Yang kian
menganga.
Karena,
Derai hujan
sedih hati cintaku pun,
Masih mengucur
deras tiada terkira.
Berontak petir
dan kilat hatiku,
Semakin
kencang.
Itulah ulah
polah tingkahmu,
Yang acap
menusuk hati cintaku.
Saat bulan
sulung Januari kehadirannya ditunggu,
Saat itu
pulalah,
Kau berbuat
curang.
Kau besit hati
cintaku,
Dengan cambuk
marahmu.
Hati cintaku
kini tetap sakit.
Ditambah tetap
merahasiakan ulahmu yang curang.
Ke mana hal
pedih ini akan dicurah ?
Hanya pepohonan
cinta kasih lainlah,
Yang mendengar,
Dan akan
melindungi hati cintaku ini.
Tentu,
Sakitnya akan
redam.
Dan kembali
tumbuh subur,
Seperti semula.


Tidak ada komentar