Sketsa Naratif Yang Fiktif: Puisi Dienullah Rayes

 


Sumber: Pinterest

a.

 

Dia Maha Akbar menciptakan

Bumi busana hijau dan langit mahkota biru

Melalui proses nyata dan maya.

Dia pesona maha kuasa.

 

b.

 

Tanpa mengetuk daun pintu

Tak meninggalkan rekam jejak

Ibuku yang berpulang puluhan tahun yang hilang

Dea biniku itulah panggilan harian

Selama mengipas napas

Dia mencium keningku

Sembari mengelus -  elus rambutku

Mulai memutih sirnakan ubanan

Tiba - tiba beliau pergi lagi

Tinggalkan senyum di tikar ruang

 

c.

 

Ketika opname di rumah sakit ibu kota

Ibunda terkasih membesukku

Pada malam jum'at yang berkah

Dea biniku meraba dadaku yang kurus kering

Mulutnya komat - kamit

Tangannya sekuning gading

Mengusapi wajahku

Usai membaca doa beliau pun

Menghilang bayang

Batang tubuh ibu yang bercahaya

Bagai kening Nabi penghabisan

Tiada meninggal sepatah katapun

Riak di kerongkongan berteriak

Sekeras kokok si jago dini hari:

" Ibu,Ibu,duh Ibuuu..."

Aku pun sadar dari mimpi

Ini bukan bunga tidur

Fajar pun menyingsing di semesta cinta

 

d.

 

Alfatehah buat bundaku sembilan kali

Aku pun tinggal menunggu takdir Mu

Dari umur yang terukur

Begitu panjang temali usiaku

Untuk ibadah pada Mu jua

Penuh manfaat bagi para insan dan keinsanan.

 

 

Pulau Sumbawa di ibu kota Sumbawabesar NTB

25 Desember 2025

Tidak ada komentar