![]() |
Sumber: Pinterest |
I.
Pesan surga di bawah telapak kaki Ibu:
Berjalan lurus ke timur
Menuju matahari terbit
Tuhanku binar sinar benderang
Dalam batin hatiku
Yang kurus - kering
Akan gagasan cahaya Mu.
II.
Melangkah ke upuk barat
Tempat matahari lenyap senyap
Malam pun.gelap - gemerlap
Mimpi naik anak tangga pertama pikiran
Bahwa hari esok hidup lebih elok
Sungguh sejahtera - bahagia adanya.
III.
Melangkah pasti arah utara
Lengan merentang laut
luas terbentang
Dunia bahari membuka diri
Kapal - kapal besar - kecil lalu-lalang
Di pelabuhan.yang muntahkan barang
Deruan suara mesin dan teriakan buruh dermaga
Saling berebutan pengaruh riuh
Tanpa seteru
Pun para nelayan mengadu nasib
Menjaring dan mengail ikan - ikan
Menangkap lobster,kepiting dan udang
Meraih rumput laut sarat gizi.
IV.
Kini tinggal menjinak hari -hari berlari arah selatan
Kita jumpai ribuan bahkan jutaan hektar sawah- ladang
Para petani dan buruh tani
Hidup dari membajak sawah
Pergunakan tenaga kerbau dan sapi
Secara tradisional dalam sistem gotong - gotong.
Kini ini kebanyakan para petani
Dalam membajak sawah - ladang
Lebih praktis manfaatkan pasangan kerbau mesin
Untuk persingkat waktu tanam dan menuai pepadian
Hasil panenan merupa gabah karungan
Hingga gegas dijual
SIsa sekian karung gabah
Bahan makanan harian
para petani sekeluarga.
Tambahan pendapatan para petani usai panen padi
Pada lahan sawah dapat disemai kacang hijau,kedele
jagung dan sejenis ubi rambat
Tapi kebanyakan ketela pohon ini ditanam di kebun dan atau di ladang lebih
produktif
Tuhan,kilatan nurmu yang meniscaya
Sebuah poros yang terus berputar
Sehingga matahari dan bulan tak pernah saling tabrakan
Pergantian siang dan malam berjalan rapi sungguh teratur
Pun senarai doa insan makhluk ciptaannya
Ada yang langsung terkabul
Penundaan dan penolakan sementara
Tergantung waktu takdirnya mengalami proses waktu tertentu
Allah maha pengasih lagi maha penyayang
Terhadap makhluk binaan Nya.
Pulau Sumbawa di bawah kaki langit
I6 Desember 2025.


Tidak ada komentar