Puisi Doa Darah Biru: Puisi Dienullah Rayes

 


Sumber: Pinterest

I.

 

Pesan surga di bawah telapak kaki Ibu:

Berjalan lurus ke timur

Menuju matahari terbit

Tuhanku binar sinar benderang

Dalam batin hatiku

Yang kurus - kering

Akan gagasan cahaya Mu.

 

II.

 

Melangkah ke upuk barat

Tempat matahari lenyap senyap

Malam pun.gelap - gemerlap

Mimpi naik anak tangga pertama pikiran

Bahwa hari esok hidup lebih elok

Sungguh sejahtera - bahagia adanya.

 

III.

 

Melangkah pasti arah utara

 Lengan merentang laut luas terbentang

Dunia bahari membuka diri

Kapal - kapal besar - kecil lalu-lalang

Di pelabuhan.yang muntahkan barang

Deruan suara mesin dan teriakan buruh dermaga

Saling berebutan pengaruh riuh

Tanpa seteru

 

Pun para nelayan mengadu nasib

Menjaring dan mengail ikan - ikan

Menangkap lobster,kepiting dan udang

Meraih rumput laut sarat gizi.

 

IV.

 

Kini tinggal menjinak hari -hari berlari arah selatan

Kita jumpai ribuan bahkan jutaan hektar sawah- ladang

Para petani dan buruh tani

Hidup dari membajak sawah

Pergunakan tenaga kerbau dan sapi

Secara tradisional dalam sistem gotong - gotong.

 

Kini ini kebanyakan para petani

Dalam membajak sawah - ladang

Lebih praktis manfaatkan pasangan kerbau mesin

Untuk persingkat waktu tanam dan menuai pepadian

Hasil panenan merupa gabah karungan

Hingga gegas dijual

SIsa sekian karung gabah

 Bahan makanan harian para petani sekeluarga.

 

Tambahan pendapatan para petani usai panen padi

Pada lahan sawah dapat disemai kacang hijau,kedele 

jagung dan sejenis ubi rambat

Tapi kebanyakan ketela pohon ini  ditanam di kebun dan atau di ladang lebih produktif

 

Tuhan,kilatan nurmu yang meniscaya

Sebuah poros yang terus berputar

Sehingga matahari dan bulan tak pernah saling tabrakan

Pergantian siang dan malam berjalan rapi sungguh teratur

Pun senarai doa insan makhluk ciptaannya

Ada yang langsung terkabul

Penundaan dan penolakan sementara

Tergantung waktu takdirnya mengalami proses waktu tertentu

Allah maha pengasih lagi maha penyayang

Terhadap makhluk binaan Nya.

 

Pulau Sumbawa di bawah kaki langit

I6 Desember 2025.

Tidak ada komentar