Talon Sejati: Puisi Bunda Swanti

 


Sumber: Pinterest

Teduh, seluas mata memandang

Air jernih kehujanan terhampar di depan mata

Danau cobra dikelilingi pohon juga perdu

Berbagai jenis ikan beranak pinak

 

Aku hanyut pada legenda mistisnya

Air yang semula tenang berubah seperti menari

Seolah menyambut hadirku

Seperti melodi yang tidak akan ditemui dimana saja, kecuali di sini

 

Sosok astral menyapaku dengan senyuman, seindah kelopak mawar disentuh embun

Bahasa tubuhnya isyarat jika hadirku direstui

Melihat kecipak ikan, melihat daun daun gugur di atas air

Hamparan talon Sejati berkali kali membuatku ingin terus berucap syukur

Tempat yang indah ternyata menyimpan duka

 

Puluhan tahun lalu ada kisah anak-anak manusia

Mereka datang mencari sumber minyak

Di ke dalaman tanah, alat berat bekerja gigih

Titik koordinat ditemukan

Pekerjaan dimulai oleh beberapa tenaga ahli

Hingga usaha membuahkan hasil sumur minyak telah mulai beroperasi

 

Malang tak dapat ditolak

Suatu hari tanah di sekitar tempat pemboran minyak runtuh

Amblas!

Tiada lagi yang tersisa

Semua tenggelam

Dalam!

Sedalam nestapa orang orang yang ditinggalkan

Mereka hilang,lenyap ditelan bumi

Tinggallah pancang tinggi yang cuma terlihat besi  seruas jari telunjuk

 

Suara gelegar dentuman tanah runtuh

Membuat semua orang takut mendekat

Kini di tanah itu tercipta satu lubang raksasa serupa kuali

Berisi ikan-ikan endemik air rawa

Tapi satu hal yang membuat takjub

Air itu jernih dan tak pernah kering

Inilah tanah longsor

Yang tetap asri untuk dinikmati

Tetap menyimpan misteri

 

Rokan Hilir, 18 November 2025

Tidak ada komentar