Setapak Tanah - Selidah Api: Puisi Dienullah Rayes

 


Sumber: Pinterest

               I

 

Bumi dipayungi langit purba terkembang

Di dada bumi tersembul tanah air

Di atas tanah air yang mata air

Adalah tanah menyelokan darah

Pun tanah memarit air mata ibu pertiwi

Jelma anak--anak bangsa

Yang mengusik tanah air

Banjir air mata buncah yang galau.

 

               II.

 

Aku atau siapapun pernah sedekahkan sungguh ikhlas si miskin papa

Perbuatan baik dan bijak itu

Tenggelamkan dalam delta sunyi sepi

Jangan sampai menggetar gendang telinga orang lain.

 

Perbuatanmu yang jempol fitri religi itu

Sebaiknya coret di pasir pantai lautan

Biar disapu jemari ombak

Hingga sirna bicara busung dada.

 

              III

 

Bila seseorang tetangga seberang

Menolong dan membantumu dari kesulitan

Yang memberatkan pundak batinmu

Maka pahatlah perbuatan santun itu

Di balik daun pintu papan jati dengan lukisan kaligrafi yang ilahiyah

Budi baik insan yang ikhsan

Wajib senantiasa menggetar di urat nadi selama usia terpateri di urat saraf badan-batin.

 

               III

 

Lebah mengisap sari bunga

Bunga pun tetap memutik dan membuah

Cairan madu lebah yang humanis dan manis

Obat mujarab bagi insan dan keinsan

Hingga manusia segar-bugar,sehat lahir- batin

Melaksanakan ibadah tuntunan firmanNya.

 

Tengoklah sepotong lilin

 Lidah api melehkan dirinya

Dia memberi cahaya dalam kegelapan ruang jiwa

Dia akal yang berpikir

Mengusik nafsu berkeinginan di luar nalar.

 

Pulau Sumbawa di bawah kaki langit

Sabtu--tugu 22 Nopember 2025.

Tidak ada komentar