![]() |
Microsoft AI Creator |
Entah sudah berapa kali Ryan melukai hati Syfa. Benar sekali cinta Syfa pada Ryan tak lebih dari ujung kuku lentiknya, tapi sakit hati yang ia torehkan kali ini sungguh membuat hatinya sangat terluka.
Kemarin Ryan mengajak Syfa jalan sowan ke rumah kerabatnya di kota. Semula Syfa tidak ingin ikut karena ia tahu pasti jika keluarga besar Ryan tak menyukai dirinya.
Malam itu acara puncak resepsi keluarga besar Ryan, Syfa berbaur dengan mereka mengikuti seluruh rangkaian acara, sekalipun keluarga besar itu tak pernah tahu siapa sebenarnya seorang "Syfa" bagi Ryan.
Yang mereka tahu yang hadir adalah saudara dan kerabat dekat atau jauh.
Syfa menekan rasa perih di dadanya dengan kenyataan ini.
"Aku harus kuat, bukankah ini kemauanku juga mau dinikahi Ryan, sekalipun hanya nikah sirih".
Duhai kenyataan pahit ini yang selalu ditakutkan Syfa, tapi apa hendak dikata mungkin ini catatan dari langit yang mengharuskan Syfa begini.
" Ay, kenapa terlalu dekat dengan Corona? Siapa dia sebenarnya?", tanya Syfa pada Ryan.
Lanjutnya lagi, "mengapa kalian begitu akrab dan dekat?.
Tanya Syfa membombardir Ryan.
Bukan Ryan namanya kalau tak jago ngeles.
Ryan sang petualang sangat digandrungi banyak wanita.
" Bukan siapa-siapa sayang, hanya teman biasa saja kok".Ryan menjawab enteng.
"Tapi aku lihat Ay begitu dekat, bahkan bahasa tubuh kalian mencerminkan kalau kalian punya hubungan spesial! " Sedikit gusar Syfa menjawab bantahan Ryan.
Malam itu Syfa pun lari menghambur ke kamar, menangis berkepanjangan. Ia tak peduli apa tanggapan keluarga Ryan, belum selesai acara tapi Syfa sudah pergi tidur.
"Persetan, dasar buaya!!! Rutuk Syfa dengan suara lirih.
Air mata tak bisa dibendung lagi, berderai bagai hujan lebat.
"Aaaahhhh, ternyata dikau telah berbohong padaku Ay, katamu kau begitu rindu padaku, nyatanya rindu itu untuk Corona yang lebih cantik dariku; kau kejam Ay".
Syfa menyeka air mata, ia berusaha kuat, sayang dia begitu rapuh.
Selama ini Syfa yakin jika rindu itu hanya untuknya, tapi kenyataan berbeda.
Syfa benci kenyataan ini, sangat benci.
Serasa tak cukup pengorbana Syfa pada Riyan, ketika dahulu mau dinikahi sirih.
Dan bukan yang kedua, tapi yang kelima.
Begitu remuk hati Syfa, suaminya ternyata sifatnya tak pernah berubah. Maka dengan berbesar hati Syfa berpamitan dengan Ryan.
" Ay, selamat ya, semoga Ay bahagia dengan Corona, lupakan aku". Ucap Syfa berurai air mata.
"Ada apa sayang, sungguh Corona bukan siapa-siapa bagiku". Kali ini nada bicara Ryan sedikit tinggi.
Tapi Syfa terlanjur sakit hati dan kecewa, hati seorang istri tak bisa dibohongi.
" Ay, ternyata rindumu tertukar ," sedu Syfa lagi.
Ryan akan memeluk Syfa, tapi ditepis oleh Syfa. Sebab ia tahu itu pelukan yang tak sama dengan pelukan Ryan dahulu.
Tak menunggu dihalau Syfa kemasi hati untuk belajar tinggalkan Ryan.
Dan menutup semua akses yang bisa menghubungkannya dengan Ryan.
Baginya pria adalah penjahat.
Rokan Hilir, 28 Januari 2025


Tidak ada komentar