Rembulan dan Arunika: Cermin Kang Thohir

 


Microsoft AI Creator

Di sini dan di sana itu beda, tapi kita tak bisa melihat semua itu dengan penuh.  Kita masih menyangkanya saja tanpa melihat realita kondisi yang ada. Bertukar fikiran itu sudah biasa, tapi satu fikiran dalam kepala sulit dikata.

Apabila matahari tersenyum, maka cahaya itu semakin terang, dan apabila matahari sedih maka cahaya itu semakin muram tertutup awan hitam. Laksana hati yang kian kelabu menatap semua realita kehidupan, diiming-imingi oleh fatamorgana.

Rembulan berkata,

"Hendak kemana kamu?"

Arunika menjawab,

"Aku akan pergi, dan tak bisa bersamamu di sini."

Begitulah realita kehidupan sebagaimana aku menatapmu pada rembulan dan arunika yang saling merindukan.


Brebes, 22 Januari 2025

 

Muhammad Thohir/Tahir (Mas Tair) yang dikenal dengan nama pena Kang Thohir, kelahiran Brebes, Jawa Tengah. Dari dusun/desa Kupu, kecamatan Wanasari. Dari anak seorang petani dan tinggal dari kehidupan sehari-hari bertani, berkebun, menanam bawang merah, padi, kacang, pare, cabai dan sayur-sayuran di ladang sawahnya. Kini, aku sedang menggeluti dunia tulis menulis atau literasi, khususnya sastra Indonesia. Suka menulis sejak duduk di bangku kelas empat SD dan sampai masuk ke Pondok Pesantren. Aku masih tetap aktif menulis dan semakin semangat 'tuk menulis baik puisi maupun cerpen dan lain sebagainya yang aku tulis. Selain menulis aku juga suka membaca buku agar bisa bermanfaat untuk menambah wawasan (pengetahuan).

Tidak ada komentar