Nilai Sesampan dan Sehaluan

 

                                                      Pemimpin yang bijak harus mampu mengarahkan perahu negeri

Sumber: https://sawitindonesia.com/


Nilai ini menyadarkan orang tentang kehidupan berbangsa dan bernegara, agar mereka turut menyelamatkan, memelihara bangsa dan negaranya. Nilai ini dapat menumbuhkan rasa nasionalisme yang tinggi, menyuburkan rasa kesetiakawanan sosial, mengekalkan rasa patriotisme serta menjauhkan orang dari perilaku yang dapat memecah-belahkan bangsa dan negaranya. Budaya Melayu selalu mengibaratkan kerajaan, negara bagaikan sebuah sampan, perahu atau bahtera yang besar yang di dalamnya hidup rakyat dengan nakhoda sebagai pemimpinnya.

Sampan, bahtera atau perahu atau lancang itu akan berlayar dengan selamat apabila seluruh awaknya dapat menjalin kebersamaan, menyatukan tujuan dan cita-citanya. Selanjutnya sang nakhoda sebagai pemimpin haruslah mampu mengendalikan arahnya secara baik dan benar agar tujuan bersama wujud dengan sebaik-baiknya. Di dalam lagu Lancang Kuning diabadikan petuah amanah:

Lancang Kuning berlayar malam

Haluan menuju ke lautan dalam

Kalau nakhoda kurang faham

Alamat kapal akan tenggelam

Ungkapan adat mengatakan:

Elok berkayuh sama merengkuh

Elok berdayung sama sealun

Elok berjalan sama pedoman

Elok belayar sama tujuan

Adat sesampan satu haluan

Adat belayar satu kemudi

Adat memerintah satu titah

Adat memimpin satu petuah

Selanjutnya dikatakan:

Adat belayar di tengah laut

Pedoman diingat petunjuk diikut

Dikemudikan menurut alur dan patut

Supaya selamat menentang ribut

Penerapan nilai Sesampan Sehaluan dalam kehidupan sehari dapat digambarkan dalam tindakan-tindakan nyata berupa menjadi pemimpin harus bisa mengarahkan.

Tidak ada komentar