![]() |
Bermusyawarah merupakan cara
|
bermartabat dalam menyelesaikan
perkara https://kel-landasanulinutara.banjarbarukota.go.id/ |
Nilai mengajarkan orang agar
mengutamakan musyawarah dan mufakat, baik merancang sesuatu mau pun
menyelesaikan permasalahan yang ditimbul. Nilai ini mengingatkan pula bahwa
marwah dan tuah, harkat dan martabat, daulat dan harga diri akan terpancar di
dalam mewujudkan musyawarah dan mufakat. Asas musyawarah dan mufakat sebagai
asas utama dalam adat hendaklah dijadikan acuan dan landasan dalam kehidupan sehari-hari,
agar rasa kebersamaan, saling hormat-menghormati, saling isi mengisi, saling
menunjuk ajari dapat berlangsung dengan sebaik-baiknya. Ungkapan adat
mengatakan:
Di dalam
musyawarah banyak faedah
Di dalam mufakat
banyak manfaat
atau dikatakan:
Duduk
musyawarah membawa berkat
Duduk mufakat
membawa rahmat
Ungkapan lain mengatakan:
Di dalam
musyawarah dan mufakat
itulah yang
kusut diselesaikan
yang keruh
dijernihkan
yang
berbongkol sama ditarah
yang kesat
sama diampelas
yang bengkok diluruskan
yang
menyalah dibetulkan
Orang tua-tua mengingatkan:
Sempurna
kerja kerana bersama
sempurna helat
kerana mufakat
atau dikatakan
Berdiri marwah kerana musyawarah
tegak adat karena mufakat
Di dalam Tunjuk Ajar Melayu
dikatakan:
Apa tanda
orang bermaruah
Santun dan
hormat dalam musyawarah
Apa tanda
orang beradat
Tahu diri
dalam mufakat
Orang tua-tua juga mengajarkan
untuk menghargai silang pendapat, terutama dalam melakukan musyawarah untuk
mencapai mufakat. Silang pendapat boleh saja terjadi, dan memang wajar terjadi,
namun jangan sampai memecah-belah kerukunan hidup bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara. Ungkapan adat mengatakan:
Adat duduk
di dalam musyawarah
tentu banyak
bersilang lidah
Adat duduk
bermufakat
tentulah
banyak silang pendapat
Yang perlu diarifi ialah agar
silang pendapat jangan merusak
kerukunan hidup atau membawa kepada pertikaian dan perpecahan, atau membawa kepada
dendam kesumat dan perseteruan. Adat mengatakan:
Bila terjadi
silang pendapat
jangan
memecah umat
Bila terjadi
selisih faham
jangan
sampai menjadi dendam
Bila
pendapat tidak sejalan
jangan
menjadi pertelikaian
Bila
pendapat tidak sesuai
jangan
sampai telikai
Bila
pendapat tidak sejudu
jangan
sampai menjadi seteru
Selanjutnya orang tua-tua mengingatkan
pula:
Adat
berunding mencari mufakat
jauhkan
sifat hujat-menghujat
Adat
berunding orang terpuji
jauhkan
sifat keji-mengeji
Adat
berunding orang berilmu
pantang
memberi aib dan malu
atau dikatakan:
Adat
berunding orang beriman
pantang mencerca
mencari lawan
Adat duduk
bermusyawarah
pantang
sekali fitnah-memfitnah
Budaya Melayu amatlah sarat
dengan tunjuk ajar mengenai musyawarah untuk mufakat, karena musyawarah dan mufakat
adalah sendi dalam kehidupan mereka turun-temurun. Keutamaan musyawarah dan mufakat
serta tatacara melaksanakannya diatur dalam ketentuan adat yang mereka warisi
turun-temurun.
Penerapan nilai Menegakkan
Marwah dalam Musyawarah, Menegakkan Daulat dalam Mufakat dalam
kehidupan sehari dapat digambarkan dalam tindakan-tindakan nyata berupa selalu bermusyawarah dalam memecahkan
masalah.


Tidak ada komentar