![]() |
| Foto: Koleksi June Uban's |
Renungan
Puan di Ruang Kesunyian
Dalam
sekejap waktu
Ku
ukir tubuhku
Keadaan
kian sedang ambigu
Nestapa
loka dalam aksara
Memikirkan
kehidupan yang dulu
Puan,
jangan menjauh
Di
tubuhmu detak jantung waktumu masih berdetak
Terasa
dalam benakku yang berorientasi di cakrawala
Dalam
ruang kesunyian
Puan,
aku menunggu lagu sajakmu
Kemaren
yang kamu susun
Di
istana waktu
Bersama
para penyair yang sedang menunggu-nunggu
Puan,
terima kasih
Seiring
waktu kamu selalu membimbingku
Untuk
tidak selalu berkonotasi buruk
Tuan
sekarang yakin bahwa penantian membutuhkan waktu
Karena
waktu itu fana
Aku
harus meraingkain setangkai bunga untuk di abadikan di kemudian hari
Sumenep 2023
Muhammad
Dzunnurain. Puisi, Opini dan Esai pernah di muat di media online dan cetak di
antaranya Majalah Sidogiri Edisi 179, Warta Ubaya edisi 335, Antologi Puisi
“Patah” (2022), Negeri Kertas (2022), Nolesa (2022), Rumah Baca Tv (2022),
Rumah Literasi Sumenep (2022), Kompasiana (2022), Koran Harian Bhirawa (2022),
Tiras Time (2022), Idestra (2023), Riau Sastra (2023). Bisa menghubungi
langsung lewat surel muhammaddzunnurain63@gmail.com
.jpeg)

Tidak ada komentar