Aku Bertanya: Puisi Bunda Swanti

 


Sumber: Pinterest

Aku menemui embun pagi ini

Bertanya padanya tentang kabar tanah yang kemarin

Mengapa tidak kuat menyokong bumi

Air mata meluap dimana-mana

 

Sekali lagi kutanya embun

Mengapa pagi ini engkau semakin gigil

Lalu kenapa terlihat batang pohon sudah tak berdaun

Sudah dipotong, mulus layaknya artis cantik

Mereka menari-nari di atas air bah yang coklat

 

Kali ini airmata semakin tumpah

Dari seluruh penjuru mata angin, Pertiwi menjerit

Pilu!

Mimpi-mimpi itu kini hanyut

Tersangkut di segala sisi

 

Embun...

Rintih tanah tak kuasa menyimpan duka

Luruh, amblas tanpa pegangan

"Aku tak kuat lagi menahan beban air hujan, pohon telah habis, akarnya tak lagi memeluk ku".

 

Sungguh langit kian sendu

Rumah, sekolah, jalan tenggelam jembatan putus terbawa arus

Sederas inikah rindumu, Tuan?

Anak remaja meringkuk memeluk pagar rumah menunggu amukan bah reda

Namun senyap lebih memilihnya

Dalam dingin diantara gelondongan kayu dan sampah jasadnya diam.

 

Air mata dimana mana

Mencari rindu di balik tumpukan sampah

Usai galodo, lumpur, air terhampar dimana-mana

Rabbku

Ampuni kami

 

Pulihlah Sumateraku.

 

Rokan Hilir , 29 November 2025

 

Tidak ada komentar